Sabtu, 12 Agustus 2017

Betulkah Kita Mencintai Rosulullah?

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...
Di penghujung hidupnya, Rosul menyebut "ummati, ummati, ummati..."pertanda selama hidup waktunya dihabiskan untuk memikirkan dan  menyampaikan risalah hingga sampai kepada ummatnya. Kita ? Ya kita... ,muslim/ah dimanapun berada!.
Akankah kita sebagai umatnya senantiasa juga mengingat, menyebut namanya dan membalas cintanya??

Sebagai seorang muslim tentulah kita harus menempatkan cinta kepada Allah dan Rosul diatas segalanya, tapi sudahkah kita melakukannya?
Sudahkah kita rutin menghidupkan sunnahnya? Sudahkah kita meneladani akhlaqnya?
Sudahkah kita mengetahui seluk beluk perjuangannya?

Kita yakin seseorang yang mencintai pasti tahu betul orang yang dicintai, kepo dengan segala tentang yang dicintai, dll. Contoh  Seorang ibu pasti sangat mencintai anaknya, semua tentang anaknya dari awal mengandung, proses melahirkan,menyusui , membesarkan dll semua diingatnya betul, apa yang terjadi dengan anaknya, yang disukai/dibenci,  selalu kepo, begitulah memang seharusnya.

Jika begitu, bisakah kita berlaku sama dengan Rosul kita? Sayangnya yang terjadi di kalangan muslim mereka lebih mengenal tokoh-tokoh yang belum jelas integritasnya, artis dan sebagainya. Jangankan tahu jumlah anak Rosul, kapan wafatnya, nasab, kepribadian, perjuangan, penderitaannya, membaca buku sirohnya saja sudah malas karena tebal, tidak menarik dan membosankan.
Maka jadilah buku siroh hanya penghias lemari buku atau bahkan tak ada dalam koleksi bukunya. Ironis...

Sayangnya saya pun begitu...baca siroh hanya bab yang ingin diketahui, itupun pas lagi kebagian tugas bedah buku, atau pas denger ceramah dari ustad yang saat kajian mengambil beberapa kisah dari Sirah Nabawiyah, tau sedikit-sedikit, menclak menclok ga utuh. Terus ngerasa 'dah cukup dan bilang saya cinta kepadamu ya Rosul...#ngelus dada.

Astagfirullah...jadilah saya orang yang gagap menjawab ketika di tanya, siapa saja nama anak Rosul, siapa nama istri-istri beliau, atas dasar apa beliau menikah, apa beda baiat Aqobah 1 dan 2, apa manfaat perjanjian Hudaibiyah, mengapa Rosul memilih  Usamah untuk menjadi pemimpin ?, apa hikmah dari perang-perang yg dilakukan Rosulullah Dsb.
#Tarik napas dalam...

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Tibalah saatnya dimana saya kebagian bedah buku dibab Mukaddimah dan bab pertama. Awalnya saya berfikir apa yang mau dibahas? Mungkin sekitar pengantar, tujuan dan latar belakang...duhh!.  Subhanallah ternyata dari sinilah berawal akhirnya saya tuntas baca siroh + merangkum dari awal hingga akhir, alhamdulillah. Buat orang lain mungkin itu biasa ,tapi buat saya itu "ssessuatu banget", secara... emak-emak beranak empat yang jadwalnya padat merayap  baca buku tebel!. #lebay.

Ternyata sama seperti hidup, bangun perusahaan, berumah tangga,  baca buku pun kalau tidak tahu tujuannya untuk apa, akan kandas ditengah jalan.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Sejarah adalah proses yg berkesinambungan, hari ini adalah kelanjutan dari sejarah masa lalu, orang yang tidak tahu sejarah tidak akan bisa menyusun masa depannya, dari sejarah kita belajar bagaimana agar berhasil dan memperbaiki kegagalan. Sejarah selalu berulang.

Bagaimana mungkin kita mengaku cinta jika 'ga kepo dengan Manusia terbaik sepanjang peradaban manusia, manusia pilihan dan kekasih Allah, pemimpin di dunia juga diakhirat, yang dengannya Allah memuliakan umatnya, tidak menurunkan azab seperti umat-umat terdahulu, menjadikan masjid dan bumi tempat yang suci untuk bersujud kepada-Nya.

Tujuan dari mengkaji Siroh Nabawiyah dengan tuntas adalah :

1. Agar setiap muslim memperoleh gambaran tentang Islam yang sempurna yang tercermin di kehidupan Rosulullah SAW. " telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan yang baik bagimu..." Al Ahzab,33:59

2. Agar kita lebih memahami Al Qur'an melalui peristiwa-peristiwa yang dialami Rosulullah.
Contoh bagaimana surah Al Fath turun dan terus dibacakan oleh rosulullah degan suara yang indah dan tertunduk,karena surah itulah yang menjadi bukti janji Allah untuk memberikan kemenangan kepada Rosulnya setelah mengalami perjuangan yang berat selama 23 tahun. Begitu juga kisah di surah Al Hasyr ( pengusiran), At Taubah ( pengampunan) dan surah- surah lainnya.

3. Untuk mendapatkan tsaqofah /pengetahuan Islam yang benar baik dalam hal aqidah, hukum, akhlaq.

 Sebagai contoh pandangan yang mengatakan Islam adalah agama damai yang tidak akan menyerang jika tidak diserang dengan pandangan yang menyebutkan Islam disebarkan dengan kekerasan, ternyata kedua pendapat itu adalah bagian dari gazwul Fikri yang ingin menghapuskan JIHAD dalam Islam.  Karena mereka takut kalau Jihad ini akan mempersatukan muslim.

4. Agar setiap Dai/pembina memiliki contoh  dalam hal yang menyangkut cara-cara pembinaan dan da'wah.

 Bukan perkara sepele merubah tatanan masyarakat yang menyembah banyak tuhan menjadi satu tuhan, dari berjudi, berzina, mencuri , bermabukan menjadi hamba yang takut hanya kepada Allah SWT dalam waktu 23 tahun. 

Dan semua cara yang dicontohkan sangat rasional, bisa diikuti, dan diteladani. Ternyata kuncinya adalah keimanan yang kuat kepada Allah dan akhlak yang agung. " dan sesungguhnya engkau Muhammad, benar-benar berbudi pekerti yang luhur".

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Selain hal diatas, setelah membaca tuntas Sirah nabawiyah keluhan-keluhan kita sebagai manusia seperti masalah ekonomi, anak, bertetangga, berda'wah, bernegara akan terasa sangat kecil dan 'ga ada seujung kuku penderitaan Nabi.
 
Sebagi contoh kesederhanaan Nabi diceritakan oleh Aisyah Ra, " selama hidupnya Rosulullah tidak pernah makan roti yang empuk,  makan dengn piring , tidur di kasur yang empuk". Begitupun ketika wafat tidak ada satu dirham atau dinar pun yang diwariskan, tanah yang ditinggali diinfaqkan untuk ibnu sabil, hanya seekor bughal yang biasa ditunggangi. Belum lagi bagaimana kesabaran Nabi yang tidak ada batasnya...

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Berikut beberapa pemuliaan Allah terhadap umat Nabi Muhammada Saw :

1. Wanita haid dulu tidak boleh dirumah, diasingkan, dianggap kotor dan menjijikan.  Saat zaman Nabi Muhammad SAW dihapuskan kecuali jima.

2. Pertaubatan pada zaman nabi Musa harus bunuh diri atau memotong tubuh yang maksiat ( An Nisa: 110, At Taubat: 54). Zaman Nabi Muhammad SAW cukup istighfar, bertaubat, berjanji tidak akan mengulangi.

3. 2/3 dari penduduk surga adalah umat Nabi Muhammad Saw. " penduduk surga ada 120 shaf dan 80 shaf adalah umat Muhammad"

4. Umat terakhir tapi dibangkitkan dari kubur, dihisab, dan masuk surga lebih dahulu.

Bangganya menjadi umatmu ya Rosulullah... Berikanlah kami syafaat mu..

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Yukk! Kita tuntaskan baca Sirah Nabawiyah dan amalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar