Sabtu, 12 Agustus 2017

Betulkah Kita Mencintai Rosulullah?

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...
Di penghujung hidupnya, Rosul menyebut "ummati, ummati, ummati..."pertanda selama hidup waktunya dihabiskan untuk memikirkan dan  menyampaikan risalah hingga sampai kepada ummatnya. Kita ? Ya kita... ,muslim/ah dimanapun berada!.
Akankah kita sebagai umatnya senantiasa juga mengingat, menyebut namanya dan membalas cintanya??

Sebagai seorang muslim tentulah kita harus menempatkan cinta kepada Allah dan Rosul diatas segalanya, tapi sudahkah kita melakukannya?
Sudahkah kita rutin menghidupkan sunnahnya? Sudahkah kita meneladani akhlaqnya?
Sudahkah kita mengetahui seluk beluk perjuangannya?

Kita yakin seseorang yang mencintai pasti tahu betul orang yang dicintai, kepo dengan segala tentang yang dicintai, dll. Contoh  Seorang ibu pasti sangat mencintai anaknya, semua tentang anaknya dari awal mengandung, proses melahirkan,menyusui , membesarkan dll semua diingatnya betul, apa yang terjadi dengan anaknya, yang disukai/dibenci,  selalu kepo, begitulah memang seharusnya.

Jika begitu, bisakah kita berlaku sama dengan Rosul kita? Sayangnya yang terjadi di kalangan muslim mereka lebih mengenal tokoh-tokoh yang belum jelas integritasnya, artis dan sebagainya. Jangankan tahu jumlah anak Rosul, kapan wafatnya, nasab, kepribadian, perjuangan, penderitaannya, membaca buku sirohnya saja sudah malas karena tebal, tidak menarik dan membosankan.
Maka jadilah buku siroh hanya penghias lemari buku atau bahkan tak ada dalam koleksi bukunya. Ironis...

Sayangnya saya pun begitu...baca siroh hanya bab yang ingin diketahui, itupun pas lagi kebagian tugas bedah buku, atau pas denger ceramah dari ustad yang saat kajian mengambil beberapa kisah dari Sirah Nabawiyah, tau sedikit-sedikit, menclak menclok ga utuh. Terus ngerasa 'dah cukup dan bilang saya cinta kepadamu ya Rosul...#ngelus dada.

Astagfirullah...jadilah saya orang yang gagap menjawab ketika di tanya, siapa saja nama anak Rosul, siapa nama istri-istri beliau, atas dasar apa beliau menikah, apa beda baiat Aqobah 1 dan 2, apa manfaat perjanjian Hudaibiyah, mengapa Rosul memilih  Usamah untuk menjadi pemimpin ?, apa hikmah dari perang-perang yg dilakukan Rosulullah Dsb.
#Tarik napas dalam...

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Tibalah saatnya dimana saya kebagian bedah buku dibab Mukaddimah dan bab pertama. Awalnya saya berfikir apa yang mau dibahas? Mungkin sekitar pengantar, tujuan dan latar belakang...duhh!.  Subhanallah ternyata dari sinilah berawal akhirnya saya tuntas baca siroh + merangkum dari awal hingga akhir, alhamdulillah. Buat orang lain mungkin itu biasa ,tapi buat saya itu "ssessuatu banget", secara... emak-emak beranak empat yang jadwalnya padat merayap  baca buku tebel!. #lebay.

Ternyata sama seperti hidup, bangun perusahaan, berumah tangga,  baca buku pun kalau tidak tahu tujuannya untuk apa, akan kandas ditengah jalan.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Sejarah adalah proses yg berkesinambungan, hari ini adalah kelanjutan dari sejarah masa lalu, orang yang tidak tahu sejarah tidak akan bisa menyusun masa depannya, dari sejarah kita belajar bagaimana agar berhasil dan memperbaiki kegagalan. Sejarah selalu berulang.

Bagaimana mungkin kita mengaku cinta jika 'ga kepo dengan Manusia terbaik sepanjang peradaban manusia, manusia pilihan dan kekasih Allah, pemimpin di dunia juga diakhirat, yang dengannya Allah memuliakan umatnya, tidak menurunkan azab seperti umat-umat terdahulu, menjadikan masjid dan bumi tempat yang suci untuk bersujud kepada-Nya.

Tujuan dari mengkaji Siroh Nabawiyah dengan tuntas adalah :

1. Agar setiap muslim memperoleh gambaran tentang Islam yang sempurna yang tercermin di kehidupan Rosulullah SAW. " telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan yang baik bagimu..." Al Ahzab,33:59

2. Agar kita lebih memahami Al Qur'an melalui peristiwa-peristiwa yang dialami Rosulullah.
Contoh bagaimana surah Al Fath turun dan terus dibacakan oleh rosulullah degan suara yang indah dan tertunduk,karena surah itulah yang menjadi bukti janji Allah untuk memberikan kemenangan kepada Rosulnya setelah mengalami perjuangan yang berat selama 23 tahun. Begitu juga kisah di surah Al Hasyr ( pengusiran), At Taubah ( pengampunan) dan surah- surah lainnya.

3. Untuk mendapatkan tsaqofah /pengetahuan Islam yang benar baik dalam hal aqidah, hukum, akhlaq.

 Sebagai contoh pandangan yang mengatakan Islam adalah agama damai yang tidak akan menyerang jika tidak diserang dengan pandangan yang menyebutkan Islam disebarkan dengan kekerasan, ternyata kedua pendapat itu adalah bagian dari gazwul Fikri yang ingin menghapuskan JIHAD dalam Islam.  Karena mereka takut kalau Jihad ini akan mempersatukan muslim.

4. Agar setiap Dai/pembina memiliki contoh  dalam hal yang menyangkut cara-cara pembinaan dan da'wah.

 Bukan perkara sepele merubah tatanan masyarakat yang menyembah banyak tuhan menjadi satu tuhan, dari berjudi, berzina, mencuri , bermabukan menjadi hamba yang takut hanya kepada Allah SWT dalam waktu 23 tahun. 

Dan semua cara yang dicontohkan sangat rasional, bisa diikuti, dan diteladani. Ternyata kuncinya adalah keimanan yang kuat kepada Allah dan akhlak yang agung. " dan sesungguhnya engkau Muhammad, benar-benar berbudi pekerti yang luhur".

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Selain hal diatas, setelah membaca tuntas Sirah nabawiyah keluhan-keluhan kita sebagai manusia seperti masalah ekonomi, anak, bertetangga, berda'wah, bernegara akan terasa sangat kecil dan 'ga ada seujung kuku penderitaan Nabi.
 
Sebagi contoh kesederhanaan Nabi diceritakan oleh Aisyah Ra, " selama hidupnya Rosulullah tidak pernah makan roti yang empuk,  makan dengn piring , tidur di kasur yang empuk". Begitupun ketika wafat tidak ada satu dirham atau dinar pun yang diwariskan, tanah yang ditinggali diinfaqkan untuk ibnu sabil, hanya seekor bughal yang biasa ditunggangi. Belum lagi bagaimana kesabaran Nabi yang tidak ada batasnya...

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Berikut beberapa pemuliaan Allah terhadap umat Nabi Muhammada Saw :

1. Wanita haid dulu tidak boleh dirumah, diasingkan, dianggap kotor dan menjijikan.  Saat zaman Nabi Muhammad SAW dihapuskan kecuali jima.

2. Pertaubatan pada zaman nabi Musa harus bunuh diri atau memotong tubuh yang maksiat ( An Nisa: 110, At Taubat: 54). Zaman Nabi Muhammad SAW cukup istighfar, bertaubat, berjanji tidak akan mengulangi.

3. 2/3 dari penduduk surga adalah umat Nabi Muhammad Saw. " penduduk surga ada 120 shaf dan 80 shaf adalah umat Muhammad"

4. Umat terakhir tapi dibangkitkan dari kubur, dihisab, dan masuk surga lebih dahulu.

Bangganya menjadi umatmu ya Rosulullah... Berikanlah kami syafaat mu..

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad...

Yukk! Kita tuntaskan baca Sirah Nabawiyah dan amalkan.

Minggu, 09 April 2017

Belajar dari Rhoma Irama dan Ridho Rhoma


Baru-baru ini publik dikejutkan dengan berita penangkapan Ridho Rhoma putra dari Rhoma Irama dengan dugaan penyalahgunaan Narkotika.  Artis tertangkap tangan Narkoba bukan berita aneh dan surprise tapi jadi surprise dan rame jika artis itu seorang anak Rhoma Irama yang notabene seorang musisi kawakan yang mendunia yang juga berda'wah lewat lagu-lagu islami yang inspiratif.

Komentar pun berhamburan ada yang berempati, ada pula yang nyinyir " anak Rhoma Irama kok kena narkoba?? Pencipta lagu "Mirasantika" anaknya sendiri yang konsumsi...hmmm komentar ini sama seperti anak Dokter kok sakit? Atau anak psikolog kok nakal, anak ustad kok bandel???

Ok, tahan dulu komentarnya, kita harus membedakan mana ustad mana anaknya, mana dokter mana anak/ keluarganya pun begitu profesi lainnya , jangankan anak, dokternya aja bisa sakit kan?. Memang betul bahwa prilaku anak tidak jauh dari orang tuanya dan setiap orang tua punya kewajiban untuk mendidik anak dan keluarganya seperti dalam surah At Tahrim, 66:6; "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu..."

Sebelum kita komentar ada hal yang harus dingat :

1. Tidak semua anak biologis menjadi anak ideologis orang tuanya

Tugas orang tua adalah memberikan hak kepada anaknya seperti :
* memilihkan ibu yang baik untuknya
* memberi nama yang baik 
*dan mengajarkan Al Quran dan agama. 
 Tapi bila hak tersebut sudah ditunaikan namun anak memilih untuk mengambil  jalan lain apakah semua kesalahan patut di alamatkan ke orang tuanya?

Kita sebagai orang luar tidak tepat sibuk menilai,  menvonis, suudzan dengan orang lain sambil komentar " mending gue deh yang  jarang-jarang sholat tapi anak gue bener semua, ga ngerokok, ga narkoba dll. Upps!! Hati-hati jangan-jangan itu Istidraj dari Allah, diberikan kemudahan urusan , keluasan rezeki padahal lalai dengan perintah Allah.

Mengapa anak bisa memilih jalan yang berbeda dari Orang tuanya?  padahal sudah dididik agama? Hal ini sangat mungkin terjadi  karena salah dalam memilih pergaulan. Ridho Rhoma adalah sosok anak yang baik, tidak merokok tapi karena pergaulan membuatnya berkenalan dengan Narkoba.

2. Takdir Allah

"Katakanlah (Muhammad) tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman",At Taubah,9:51.

Sudah fitrah manusia senang pada yang mudah, serasi, cocok, pas... Kalo ustad yaa anaknya sholeh, anak dokter harus sehat, anak guru harus pinter dll.
Coba kita bayangkan jika dalam hidup ini semua lakon dan peran  sesuai dengan "rumus manusia" betapa hidup ini mudah ditebak, dijalani, diprediksi tapi pada kenyataannya hidup ini berjalan dengan "rumus Allah"/ kehendakNya. Karena itulah ketika Allah mengutus para Rosulnya ada anak nabi yang durhaka ( nabi Nuh As), ada istri nabi yang durhaka( nabi Luth As),  ada anak nabi yg benci bahkan membunuh saudara kandungnya ( nabi Adam As dan nabi Yakub As), dll.

Untuk apa Allah SWT memberikan kisah para nabi yang seperti itu?, karena itulah dinamika kehidupan, Allah SWT yang  maha segalanya telah mengatur demikian seimbang kehidupan ini sehingga ada Wala' dan Baro' dalam kehidupan kita. 

Wala' adalah dekat, mencintai apa yang Allah cintai dan perintahkan dan Baro' adalah menjauhi ,membenci apa yang Allah larang. Dalam hal ini termasuk kita mencintai orang yang melakukan ketaatan (mu'min) dan membenci prilaku maksiat/kemungkaran bukan orangnya/pelakunya.

Maka bagi yang saat ini hidupnya sesuai dengan "rumus manusia" berbahagialah dan bersyukurlah, namun harus terus diingat bahwa kesenangan pun ujian, Allah ingin melihat apakah kita takabur/ujub dengan segala yang ada dan menganggap itu hasil usaha kita seperti harta kekayaan, anak yg sholeh/ah dll. Ingat, sombong adalah pakaian Allah yang tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan walau sebesar dzarah.

Bagi yang hidupnya belum sesuai dengan "rumus manusia" bersabarlah dengan ujian keburukan karena Allah pun akan melihat apakah kita terus berikhtiar dan meminta pertolongan dijalan Allah atau sebaliknya kita tidak menerima, menyalahkan Allah dan memohon kepada selain-Nya. Naudzubillahimindzalik.

Dalam hadits Qudsi disebutkan: " siapa saja yang tak rela terhadap ketetapanKu dan tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmatKu maka carilah olehmu tuhan selain Aku".

Musibah adalah tanda cinta Allah sebagai penghapus dosa dan "warning" agar kita introspeksi diri aturan Allah mana yang kita langgar. Dapat musibah tidak ikhlas maka rugi 2 kali:
* musibah tetap menimpa kita
* Berdosa karena menolak ketetapan Allah.

Kita belajar dari bang Haji Rhoma Irama, musibah yang menimpa anaknya memang membuatnya sempat menitikan airmata tapi beliau berusaha menerima takdir Allah bahkan membuatnya  bersama Soneta makin semangat untuk terus menyuarakan anti Narkoba bekerjasama dengan BNN agar tidak ada korban- korban berikutnya.Mantappp!!

Akhirnya, jika kita tertimpa musibah maka katakanlah" Allah sedang menghapus dosa-dosaku" , tapi jika orang lain yang terkena  musibah katakanlah " Allah hendak mengangkat derajatnya" , jangan dibalik yaa. 
Wallahu Alam bishowab.

Minggu, 12 Februari 2017

Jangan Batasi kebahagiaanmu!!


Apakah anda bahagia???... Beragam jawabannya, ada yang langsung menjawab ya, ada pula yang jawab bahagia sambil senyum tapi menyiratkan sesuatu dalam hatinya.  #hanyaAllahyangtau.

"Saya bahagia jika saya punya penghasilan sekian", yang lain " saya bahagia jika saya sudah menikah", jika bisa memiliki anak, bisa punya rumah, bisa umroh/haji, bisa punya mobil, bisa kurusin badan, bisa sehat, bisa jalan- jalan keluar negri dan seterusnya.  Pertanyaannya "Mengapa kita membatasi   diri ini untuk bisa  bahagia? Mengapa banyak syarat untuk bisa bahagia yang kita sendiri belum mampu untuk mewujudkannya?. Kalau hal-hal diatas yang membuat kita bahagia, umur berapa kita baru bisa bahagia tersenyum pada dunia.  Bisa jadi ajal tiba  dan yang disyaratkan belum tercapai.  

Berikut ini ringkasan kajian bersama Ustad Fajar Basuki ;

"Jangan pernah engkau paku kebahagiaanmu pada satu pintu/seorangpun", kata orang bijak. Karena apa yang sudah, sedang bahkan yang akan kita jalani, semua sudah sempurna dalam rencana Allah, " setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab ( lauh mahfudz) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah " Qs. Al Hadid, 57 : 22.

Kebencian kita pada sesuatu seperti sakit, belum punya rumah/ mobil, tidak  bekerja, belum menikah, belum dikaruniai anak dan lain-lain tidak berarti selalu buruk seperti kecintaan kita pada sesuatu pun belum tentu baik. Yang Allah takdirkan untuk kita, yakinlah itu yang terbaik karena Allah lebih tahu dari pada kita sendiri.
" Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.  Allah Mengetahui sedang  kamu tidak mengetahui ", Qs. Al Baqoroh, 2 : 216. Ayat ini menurut ahli tafsir adalah kaidah yang sangat penting dalam bab beriman pada Qodho dan Qodhar Allah.

Banyak kasus dimasyarakat ketika seorang yang ditimpa musibah, ternyata baik diakhirnya. Sebaliknya ada yang rela mengorbankan harta dan jiwa demi sesuatu yang menurut sangkanya baik, tapi justru sebaliknya. Masih ingat kisah ibunda musa yang mendapati kenyataan dia harus berpisah dengan menghanyutkan anaknya di sungai nil?, atau kisah Nabiyullah Yusuf yang dibuang ke sumur, kemudian dipenjara??,ada pula yang kekinian yang ketinggalan pesawat / mobil ternyata pesawat/ mobil itu mengalami kecelakaan?. Banyak pula istri/suami benci pada pasangannya, hawa nafsu berbicara, bercerai, menyesal  karena ternyata pasangan yang sekarang lebih buruk.

Ingatlah kebahagiaan bukan dari siapapun dan apapun tapi hanyalah dari Allah, berusahalah dekati Allah dan bertawakallah. Maka kamu akan bahagia!!
"Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hatimu akan tenang". Qs.  Ar Rad,13, 28  dan hati tenang  adalah modal awal untuk bahagia. 

Adapun sendi-sendi kebahagiaan menurut  DR.Aidh Al Qorni dalam buku yang melegenda ,La Tahzan adalah :
1. Hati yang selalu bersyukur.
2. Lidah yang terus berdzikir
3. Tubuh yang senantiasa bersabar.
Kata orang " bahagia itu sederhana", yup! ini sejalan dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidji, Rosulullah bersabda " Barang siapa tidur dengan tenang ditempat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makanan untuk hari itu, maka seakan- akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya".

Orang beriman bukan berarti tidak ada masalah, tidak ada air mata, tidak ada kesulitan dan lainnya, tetapi orang yang beriman adalah orang yang senantiasa bersyukur dalam suka dan bersabar dalam duka dan semuanya baik jika disikapi dengan senantiasa husnudzan atas semua kehendak Allah SWT. Mengapa ?? Karena baginya dunia tidak dihatinya tapi ditangannya, hidup cuma sekali jadi syukurilah, nikmati dan berbahagialah!!!!.
Wallahu 'alam bishowab.

Senin, 30 Januari 2017

Waspadai pintu masuk setan ke dalam rumah

Dalam rumah tangga ada sesekali cekcok itu wajar, tapi kalau cekcok terus??? Begitupun anak-anak seringkali orang tua harus turun tangan untuk melerai, kenapa ya?? Sesekali refreshing keluar rumah sangat dianjurkan tapi kalau hampir setiap hari ga betah dirumah, jangan-jangan malah setan yang betah dirumah kita, hiyy...!!!atau ada yang merasa sesuatu yang aneh dirumah kita??. Waspadalah-waspadalah!!

Kenapa  harus waspada??
Karena  ketika setan bisa mendiami rumah kita maka dia akan menebarkan kebencian, kerusakan sehingga antara anak, suami, istri tidak lagi harmonis. Bukan sakinah yang didapat malah permusuhan dan azab dari Allah SWT.

Setan adalah musuh kita, dia mampu melihat kita sedangkan kita tidak, dan dia tidak akan senang melihat keluarga kita sakinah, mawaddah, warrohmah. Dalam sebuah hadits " sesungguhnya iblis meletakan singgasananya diatas air dan mengirimkan tentara-tentaranya. Datang anak buah iblis kepada raja iblis dan lapor " saya telah melakukan ini dan itu" kata raja iblis " engkau belum melakukan apa-apa" lalu yang lain melapor lagi bahwa dia telah berhasil memisahkan dia dengan istrinya, kata raja iblis " engkaulah yang terbaik" sambil mendekatinya. (Hr Muslim).

Karena itu, waspadailah pintu masuk setan ke dalam rumah melalui sifat-sifat  diri kita,  berikut ini diambil dari buku Tazkiyatun Nafs, Said Hawa :

1. Marah dan syahwat
Marah adalah bius akal, jika akal sudah lemah maka setan leluasa untuk menyerang, orang yang sedang marah , nafsunya akan dipermainkan setan kesana kemari seperti anak kecil yang menendang  bola. Karena itu saat marah ada yang lempar-lempar barang, banting-banting,bahkan cubit atau pukul anak, tapi setelah marah dan  melampiaskannya biasanya kita akan menyesal.

2. Dengki dan Tamak

Biasanya orang yang punya sifat dengki selalu 4S, seneng lihat orang susah dan susah lihat orang seneng, hatinya tidak pernah tenang karena sibuk memikirkan dan iri dengan nikmat yang orang lain miliki.  Hal ini diperparah dengan sifat tamak, tidak pernah puas dengan apa yang ada. Dalam hadits disebutkan " cintamu pada sesuatu membuatmu buta

3. Kenyang dengan makanan dan minuman sekalipun halal dan bersih.

Rasa kenyang dapat memperkuat syahwat dan syahwat itulah yang menjadi  senjata setan untuk masuk ke dalam rumah kita.
Saat kekenyangan ada 6 hal yg harus diwaspadai :
  1. Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari dalam hati.
  2. Menghilangkan kasih sayang kepada makhluk dari dalam hati.
  3. Menghambat ketaatan
  4. Tidak tanggap ketika mendengar ucapan hikmah.
  5. Bila menyampaikan hikmah tidak menyentuh hati.
  6. Menimbulkan banyak penyakit.

4. Suka berhias dengan perabotan, pakaian  dan rumah.

Berlomba-lomba dalam membangun rumah, menghias dengan perabotan dan baju akan membuat setan betah dirumah, bertelur dan menetas sehingga membuat kita tidak puas dengan yang ada dan ingin beli dan beli lagi.

5. Terburu-buru dan tidak mengkonfirmasi persoalan

Rosulullah bersabda :" terburu-buru adalah dari setan dan berhati-hati adalah dari Allah". ( Hr. Tirmidji). Sering kita mau pergi terburu-buru, makan terburu-buru,sholat terburu,doa terburu-buru, masak terburu-buru dll, Terlebih saat ini informasi bertebaran sehingga dapat info dari wa, Fb  atau lainnya buru-buru pula kita share tanpa kita cek sumber dan kebenaran infonya. "Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa", Al Isro, 17: 11.

7. Dinar, dirham dan segala macam kekayaan
" sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan,perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan,seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani,kemudian tanaman itu kering dan kamu lihat warnanya kuning dan kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu". Al Hadid, 57: 20.

8. Bakhil dan takut miskin
"...Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, barang siapa yang berpaling ( dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia Maha Kaya, Maha Terpuji". Al Hadid, 57: 23-24.

9. Fanatik kepada madzab dan hawa nafsu, mendengki lawan dan melecehkannya.

10. Mengajak orang awam untuk berfikir tentang zat Allah.

11. Buruk sangka kepada kaum muslimin.
" Wahai orang-orang yang beriman jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..." Al Hujurat, 49 :12.

Senin, 23 Januari 2017

Kenapa masih ada orang Islam hidupnya susah??


Mumpung masih awal tahun  , moment yang cukup tepat dan belum terlambat untuk evaluasi dan membuat resolusi daripada 'ga sama sekali.
Tulisan ini saya sarikan dari acara Dzikir Nasional pergantian tahun di Masjid At Tin,TMII beberapa waktu lalu yang dihadiri oleh banyak ulama dan tokoh nasional.

Kenapa orang Islam masih banyak yang miskin?? Ini 2 hal dari penyebabnya:

1. Salah cari majikan

Harusnya majikan kita adalah Allah yang Maha kaya, Maha Pengasih dll.  Konsepnya ada di QS.Al Ikhlas, 112: 2 " Allah tempat kita meminta segala sesuatu/ bergantung".
Kita masih menempatkan jabatan, bos,tempat bekerja, titel, atau apapun sebagai andalan/ tempat bergantung kita dalam mencari rezeki, padahal semua itu tidak bermanfaat sedikitpun jika Allah menahan rezeki-Nya, Qs.  Al Mulk, 67 :22

2. Tidak merencanakan kesusahan

Loh!! Kok kedengeran aneh ya??.  Dalam hidup selalu berpasang-pasangan, siang-malam, tua- muda, susah- senang,dll.Apa yang menarik??
Sebagaimana ayat yang sangat familiar yaitu QS. Al Insyirah, 94 : 5-6 " Maka  sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" , setelah kesulitan ada kemudahan .
Nah, pertanyaannya kenapa kita hidup susah/miskin?? Karena kita ambil kesenangan terlebih dulu jadi sekarang dapat kesulitannya.
Apa contohnya orang Islam lebih memilih kesenangan lebih dulu?  Contohnya orang Islam memilih tidur daripada  bangun untuk sekedar sholat tahajud, lebih memilih makan terus daripada puasa, lebih memilih nonton tv/main hp daripada baca Al Qur'an atau silaturahmi,  dll.

Nah... Setelah kita ambil kesenangan itu tinggal sulitnya yg kita dapat, berupa rizki seret, hidup tidak berkah, cari kerja susah, mau usaha bingung dll. Jadi mulai sekarang kita rencanakan kesusahan saat ini untuk dapat kesenangan kemudian, setuju???

Berikut ini contoh kesenangan yang diperoleh bila  bangun tahajud disepertiga malam. Setidak nya ada 10 keajaiban sholat tahajud yaitu:

1. Tiket masuk surga
Abdullah Ibnu Muslim " Hai sekalian manusia sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambung silaturahmi,  tegakanlah sholat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat". (HR.Ibnu Majah)

2. Amal yang menolong diakhirat
Qs. Adzariyaat, 51:15-18
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam,dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah."

3. Pembersih hati dan jasmani
"Dirikanlah sholat malam karena sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang sholeh sebelum kamu,sholat malam dapat mendekatkan kamu kepada Tuhan mu,sebagai penebus perbuatan buruk,pencegah berbuat dosa dan menghindarkan diri dari penyakit yg menyerang tubuh.( HR. Ahmad)

4. Meraih kemuliaan seorang muslim
" Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu karena engkau akan mati,cintailah orang yang engkau suka karena engkau akan berpisah,lakukanlah apa keinginanmu karena engkau akan mendapatkan  balasannya.  Ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah  sholat malam dan ketidak butuhannya dimuliakan orang lain. HR. Al Baihaqi

5. Jalan mendapat rahmat Allah
Allah merahmati laki2 yang bangun malam lalu sholat dan membangunkan istrinya, jika ia menolak dipercikan air dan sebaliknya.

6. Waktu mustajab untuk dikabulkan doa
" dari Jabir, sesungguhnya di malam hari ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat pasti Allah memberinya, itu berlangsung setiap malam" ( HR. Muslim).

7. Penghapus dosa dan kesalahan

8. Pelepas ikatan syetan

9. Pembuka pintu rezeki
" Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka. Qs. At Thalaq, 65:2-3.

10. Mencerahkan wajah
Jika hati kita tenang, bahagia, tubuh terhindar dari penyakit otomatis inner beautynya akan terpancar dalam raut wajahnya, setuju???

Jumat, 20 Januari 2017

Manfaat Menghafal Al Qur'an Bagi Ibu Rumah Tangga

Semua keluarga pasti menginginkan rumah tangga yang sakinah,mawaddah warohmah dan anggota keluarganya saling menyayangi serta dekat dengan Al Qur'an. Banyak orang tua yang mendambakan memiliki anak hafiz/hafizah Al Qur'an dengan berbagai cara, memasukan anak ke Pesantren Tahfiz atau Rumah Tahfiz, ikut ekskul Tahfiz disekolah dll. Dengan alasan mereka masih muda dan lebih cepat dan mudah dalam menghafal Al Qur'an, pertanyaannya " kenapa tidak dimulai dari orang tuanya? terutama para ibu? padahal banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari ibu yang menghafal Al Qur'an, diantaranya:

1. Meningkatkan kecerdasan

Banyak ibu rumah tangga yang berlatar pendidikan SMA, S1, S2 atau mungkin S3 yang dengan berbagai kondisi menyebabkan  menjadi IRT bisa jadi karena sudah mapan ekonominya, atau dilarang suami bekerja, atau terpaksa dirumah karena ingin bekerja tapi  tidak ada pengasuh yang bisa dipercaya.  Nah... Dengan menghafal Al Qur' an in sya Allah -sudah banyak penelitian yang membuktikan - akan meningkatkan kecerdasan. Jadi ga ada lagi ungkapan " jadi IRT ga berkembang, bikin otak stag atau menurunkan kecerdasan beberapa poin krn urusannya cuma dapur, sumur, kasur.

2. Efek domino bagi anggota keluarga yang lain

Ketika aktifitas menghafal menjadi kegiatan rutin seorang ibu dirumah,maka secara langsung atau tidak, lama kelamaan dikuti oleh anak dan  suami. Ketika ibu mendengarkan murottal ,anak yang sedang main juga ikut mendengarkan, ketika ibu menghafal anak juga melihat aktifitas tersebut.

3. Sambil belajar Bahasa Arab
Dengan menghafal tidak hanya membaca tapi juga berusaha membaca artinya, mentadaburinya sehinga sedikit demi sedikit kosakata/mufrodat Bahasa Arab kita hafal.

4. Membangun suasana sakinah dirumah

Ibu adalah ruh dalam tubuh keluarga, ruh ini sangat menentukan suasana dalam keluarga.  Jika ibu sedang galau, stres, tertekan pasti berimbas pada suasana rumah yang kacau, bentakan, teriakan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya, bahkan banyak kasus ibu yang sampai tega membunuh anaknya sendiri karena kondisi jiwanya yang terganggu.  Dengan menghafal Al Qur'an hati ibu akan tenang, damai, bahagia dan menyenangkan.Qs.Ar Rad: 28

5. Menyelamatkan diri dari waktu luang

" 2 nikmat yang banyak manusia lalai darinya yaitu nikmat sehat dan waktu luang". Banyak ibu yang telah selesai dengan urusan domestiknya memilih untuk nonton TV, pegang Hp atau nenangga yang ga jelas manfaatnya." pan mending menghafal  dirumah sambil ngawasi anak2 bermain". Pahala berlimpah rumah tangga beres.

6. Mendukung peran da'wah Ibu di masyarakat

Seorang ibu dirumah pasti ikut arisan atau pengajian, atau perkumpulan lainnya, dengan menghafal Al Qur'an ibu punya referensi shahih dan valid untuk berda'wah ditengah-tengah masyarakat. Yukk! Menghafal Al Qur'an.

Selasa, 17 Januari 2017

Tips Menghafal Alquran Untuk Ibu Rumah Tangga


"Menghafal Qur'an ??, punya balita, ga ada pembantu,  harus nyambi jadi ojek buat anter anak-anak sekolah yg beda-beda tempat... Ga mungkin!!, mana bisa? Mana ada waktu?? Buta bahasa arab pula.... Ah! Seabreg alasan untuk ngeremehin otak ciptaan  Allah yang maha kuasa, tapi kenapa orang lain bisa? Dengan keterbatasan fisik,waktu atau pengetahuan. " kenapa ga dicoba?? Man Jadda wa!!?
 
 Allah  juga menjanjikan kemudahan bagi hamba-Nya yang mau mempelajari dalam beberapa ayat diantaranya seperti yang disebutkan dalam QS. Al Qomar, 54:17. " Dan sungguh telah kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?". Ayat ini diulang lagi di ayat 22, 32, dan 40. Subhanallah... Allah yang akan memudahkan kita untuk bisa menghafal kalamnya.

 Berikut ini beberapa tips menghafal Alquran untuk ibu rumah tangga:


1. Berdoa kepada Allah untuk menjadi hafidzah Al Qur' an

Berdoa haruslah menjadi hal pertama sebelum kita melakukan aktifitas apapun. Pernahkah kita berdoa sampai menangis untuk menjadi hafidzah?  Pernahkah kita berdoa khusus di sepertiga malam untuk menjadi hafidzah? Jika belum, bisa jadi cita-cita menjadi hafidzah baru sebatas angan2. Berdoalah kepada zat yang kalam-Nya akan kita hafal, jaga, pelihara dan amalkan. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kemampuan untuk kita dalam berjihad di jalan-Nya. Aamiin.



2. Pasang niat kuat krn Allah

Niat yg setengah-setengah apalagi seperlima pasti ga akan istiqomah. Dengan melihat keutamaan penghafal2 Al Qur' an membuat kita makin semangat menghafal. Jujur kalau saya suka iri sama orang yang bisa menghajikan orang tuanya, belikan rumah orang tua, ajak jalan-jalan orang tua ke penjuru dunia, lahh... Saya belum bisa ( insya Allah nanti bisa), yah... ga usah nangis dipojokan karena belum mampu, mending saya pasang niat bertekad memakaikan "jubah kehormatan" kelak di akhirat dan berbakti kepada keduanya di dunia dengan menjadi anak sholeh dan hafalan Al Qur'an.



3. Tentukan metode yang tepat untuk menghafal

Saya memadukan antara metode Ustad Yusuf Mansur dan murottal.  Kita akan cepat menghafal bila sering mendengar sehingga telinga kita familiar dengan ayat yg kita hafalkan. Aktifitas mendengarkan murottal bisa sambil masak, nyupir,setrika dll. Disamping itu kita menghafal dgn cara Ustad Yusuf Mansur yaitu membaca berulang-ulang 10-20x  untuk setiap bacaan sampai benar2 kuat hafalan kita. 
Caranya dengan membaca 5-10x sambil lihat mushaf ( sambil betul2 perhatikan huruf, tanda baca, letak , artinya dll.
Selanjutnya 5 - 10x mengulangi bacaan sambil menutup mushaf (in sya Allah tanpa melihat, pandangan kita seperti melihat mushaf).


4.  Buat target menghafal 

Yang ringan dulu, misal setengah baris satu hari, kalau kita istiqomah pasti deh nagihin!! yang penting suka dulu dengan aktifitas menghafalnya. Butuh waktu kira-kira 5 menit untuk membaca 20x satu baris Al Qur' an .



5. Tentukan waktu menghafal setiap hari.

Wajib buat Ibu rumah tangga bangun tidur sebelum subuh karena waktu terbaik untuk menghafal tanpa gangguan juga agar pekerjaan rumah tangga bisa selesai lebih pagi. Aktifitas menghafal atau murojaah bisa dilanjutkan bada subuh, habis masak siang menjelang dzuhur,bada magrib atau waktu lain yang mungkin berbeda-beda tiap orang.



6. Punya guru Tahfiz/Tahsin untuk setoran

Hal ini memicu semangat kita untuk teratur menyetor hafalan secara berkala, juga mengoreksi bila terdapat kesalahan dalam cara membacanya.


7. Bergabung dengan kelompok penghafal Al Qur'an baik offline.

 Kekuatan berjama'ah akan meningkatkan semangat dalam menghafal, saling mengingatkan, memotivasi dan menguatkan saat hati lemah.


 8. Rajin muroja'ah

menghafal itu mudah, yang sulit menjaga hafalan, karena dibutuhkan kesabaran, istiqomah mengulang dan ga cepat merasa puas. Kadang kita sudah mengulang puluhan kali sudah cape, lelah, bosan, padahal Musa, pemenang hafidz Qur' an  menurut ayahnya mengulang satu surah bisa sampai ribuan kali, subhanallah....
 Moga Allah meridhoi dan memberikan keistiqomahan pada kita..